"Jangan sampai karena demi pundi-pundi pendapatan lalu mengorbankan para penggemar hingga terpolarisasi," ujar Anam.
Hal senada diungkapkan Ketua MMB Jawa Timur Saidah. Ia menyampaikan ketenaran Nissa "Sabyan" tak boleh dijadikan alat untuk meraup suara kaum milenial. Saidah tak ingin cinta para penggemar kepada sang idola tergadai karena keterlibatan Nissa dalam mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02.
"Kami tidak pernah habis pikir ya, seorang Nissa Sabyan yang penggemarnya sudah jutaan di seantero negeri bisa ikut terlibat dalam politik. Sebagai salah satu penggemarnya, saya tentu menolak langkah yang diambil oleh Nissa dan grupnya ini," kata Saidah.
Meski begitu, Saidah mengakui berpolitik merupakan hak setiap warga negara. Apalagi Indonesia menganut sistem demokrasi dalam menentukan pemimpin ke depannya.
Namun, Saidah menyarankan agar musisi seperti Nissa "Sabyan" tidak ikut terlibat dalam politik praktis. Ia menilai lebih baik jika grup musik itu fokus pada karier dan terus melantunkan lagu-lagunya yang bergenre musik gambus dengan tetap terus menebarkan keislaman, kasih sayang, dan persaudaraan.

"Jangan racuni kariermu dengan intrik politik yang mempunyai nilai berbeda tentunya," ujar Saidah.- Daftar SahabatQQ








Tidak ada komentar:
Posting Komentar